Undip, Semarang (03/09/2026) – Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro menjalin kerja sama dengan Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat.
Penandatanganan PKS tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Forum Fasilitas Produksi Migas (FFPM) 2026 yang diselenggarakan pada Selasa, 1 September 2026 di InterContinental Hotel Bandung, Jawa Barat. Kegiatan yang mengusung tema “Securing Energy Supply Across Production Facilities and Infrastructure” tersebut diselenggarakan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bekerja sama dengan IAFMI.
Kerja sama antara SPs Undip dan IAFMI menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan keahlian dan kompetensi di sektor minyak dan gas bumi.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak diharapkan dapat mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, serta penerapan keilmuan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan kebutuhan profesional di sektor minyak dan gas bumi.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro dan Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI) tentang Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat dalam rangkaian Forum Fasilitas Produksi Migas (FFPM) 2026 di InterContinental Hotel Bandung, Jawa Barat, Selasa (1/9/2026)
Penandatanganan PKS ini turut memperkuat komitmen SPs Undip dalam membangun jejaring kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan industri.