Undip, Semarang (08/06/2026) – Program Studi Doktor Sistem Informasi Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro kembali menyelenggarakan Ujian Disertasi pada Kamis, 4 Juni 2026, bertempat di Gedung Sekolah Pascasarjana Undip, Ruang Sidang Utama TTB A Lantai 1.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa Program Doktor Sistem Informasi, Ellya Helmud, mempertahankan disertasinya yang berjudul “Klasifikasi Citra Ikan Menggunakan Ensemble Deep Learning Berbasis Feature-Level Fusion dengan Optimasi Dual-Backbone Adaptif secara Otomatis.”
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya perikanan yang melimpah di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Sebagai daerah yang didominasi wilayah perairan, Bangka Belitung memiliki beragam jenis ikan yang menjadi salah satu komoditas unggulan dan berperan penting dalam kegiatan ekspor, khususnya ke negara-negara ASEAN. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan teknologi yang mampu mendukung proses identifikasi dan klasifikasi ikan secara lebih cepat dan akurat.
Melalui disertasinya, Ellya Helmud mengembangkan pendekatan klasifikasi citra ikan dengan memanfaatkan teknologi ensemble deep learning yang dikombinasikan dengan feature-level fusion serta optimasi dual-backbone adaptif secara otomatis. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan performa sistem dalam mengenali berbagai jenis ikan berdasarkan citra digital.
Ujian disertasi berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh tim penguji serta sivitas akademika yang memberikan berbagai masukan konstruktif terhadap hasil penelitian yang disampaikan.
Suasana pelaksanaan Ujian Disertasi Ellya Helmud yang dihadiri oleh tim penguji di Ruang Sidang Utama TTB A Lantai 1, Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro
Dalam wawancara nya, Ellya Helmud turut membagikan pesan kepada mahasiswa yang tengah menempuh proses penyusunan disertasi. Menurutnya, semangat dan konsistensi merupakan kunci utama dalam menyelesaikan penelitian hingga tahap akhir.
Melalui penelitian ini, diharapkan dapat lahir kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi kecerdasan buatan di bidang perikanan, sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya kelautan Indonesia secara lebih optimal.