Wujudkan Pengabdian Nyata Kepada Masyarakat: Magister Energi SPs Undip Gelar Sosialisasi Pemanfaatan Energi Surya Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Ungaran, Kabupaten Semarang (10/10/2024) – Magister Energi Undip memiliki visi “Menjadi Program Studi Magister Energi bertaraf internasional yang unggul dan terkemuka dengan mengintegrasikan keilmuan interdisiplin di bidang energi” yang diwujudkan melalui beberapa misi untuk menghasilkan beberapa kualitas tinggi dalam lulusannya, publikasi tingkat nasional, internasional, serta hak kekayaan atas intelektual, buku ajar, kebijakan dan teknologi yang berhasil guna dan berdaya guna dalam bidang energy, pengabdian kepada masyarakat, profesionalitas, kapabilitas, akuntabilitas dan tata kelola yang baik (good governance) serta kemandirian dalam penyelenggaraan Pendidikan Magister Energi serta rujukan dalam pemikiran dan pemecahan masalah-masalah di bidang energi baik tingkat regional, nasional dan internasional. Untuk mewujudkan salah satu misi tersebut maka diadakanlah Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Judul “Sosialisasi Pemanfaatan Energi Surya untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kelurahan Gedanganak Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang.


Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Magister Energi terdiri atas Dr. Asep Yoyo Wardaya, M.Si sebagai ketua TIM, dengan anggota Prof. Dr. Ing. Ir. Silviana, S.T., M.t., IPM., ASEAN Eng.; Ir Marcelinus Christwardana, S.T., M.T., Ph.D.; Dr. Ir. Jaka Windarta, M.T., IPU, ASEAN Eng.; Dr. Sri Widodo Agung Suedy, S.Si, M.Si; dan Dr. Eng. Udi Harmoko, S.Si., M.Si. Kegiatan pengabdian tersebut dilaksanakan pada tanggal 10 November 2024 bertempat di balai pertemuan RW 10 Kelurahan Gedanganak Kec. Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Kegiatan tersebut selain dihadiri oleh Tim Pengabdian Masyarakat ME juga dihadiri oleh beberapa orang mahasiswa ME serta staf administrasi dari Sekolah Pascasarjana Undip.


Peserta pengabdian terdiri dari berbagai unsur masyarakat dari RW 10 yang meliputi beberapa perwakilan warga, beberapa ketua RT serta perwakilan ketua RW. Materi yang dibahas selama pengabdian meliputi manfaat dan keunggulan dari penggunaan Energi Surya sebagai salah satu Energi Terbarukan seperti ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan dari energy Fosil, menghemat biaya jangka panjang dan cocok digunakan untuk daerah terpencil serta pemanfaatan yang fleksibel pada berbagai kebutuhan seperti penerangan rumah, pompa air, pemanas air, kendaraan listrik, hingga sistem pembangkit listrik skala besar. Kemudian juga diperlihatkan contoh peralatan mini dari energy Surya, demikian pula cara mengaktifkan peralatan energy surya walaupun hanya diperlihatkan melalui layar monitor, karena butuh waktu yang cukup lama untuk mendesain dan mengaktifkan peralatan surya yang sesungguhnya. Para peserta juga diperlihatkan beberapa tempat pengabdian lain yang sudah dipasangi perlatan energi surya beserta manfaat yang bisa diperoleh bagi masyarakat disekitarnya. Peserta juga diberi bimbingan cara pemeliharaan peralatan energi surya, supaya bisa terawat baik dan bisa berumur panjang dalam pengoperasiannya, apabila misalnya warga RW 10 berniat untuk membeli peralatan EBT tersebut. Selama Pengabdian para peserta terlihat sangat antusias dan bersemangat mengikuti bimbingan dari awal sampai akhir. Selain itu, mereka juga responsif dalam menjawab atau menanggapi pertanyaan dari narasumber utama Dr. Ir. Jaka Windarta, M.T. serta narasumber Tim Pengabdian lainnya.


Terdapat satu pertanyaan kritis dari warga untuk meminta bantuan mengusahakan keberadaan peralatan Energi Surya tersebut melalui bantuan dari UNDIP, karena sebenarnya warga RW 10 Gedanganak juga membutuhkan peralatan energy surya untuk pengoperasian sumur pompa air yang digunakan hampir seluruh warga RW 10 setiap hari yang sudah tentu menghabiskan biaya listrik yang cukup besar setiap bulannya, yang biayanya berasal dari iuran warga satu RW. Tim Pengabdian Masyarakat dari Magister Energi memberikan jawaban bahwa untuk pengadaan peralatan energy Surya tersebut tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar yang hanya bisa diusahakan lewat Pengabdian Masyarakat dengan skema seleksi yang bisa mendapatkan dana pengabdian sekitar puluhan juta karena harus membeli dalam skema yang cukup besar dari peralatan energy surya seperti beberapa lembar panel surya yang cukup mahal serta peralatan pendukung lainnya yang sudah tentu tidak dapat dilakukan melalui skema pengabdian reguler yang hanya mendapatkan dana sekitar 6,4 juta saja. Walaupun dalam pengabdian ini juga membeli perlatan energy surya sebagai bahan sosialisasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Peralatan tersebut sudah tentu kapasitasnya kecil dan nantinya akan dihibahkan ke bagian laboratorium Magister Energi untuk penambahan peralatan laboratorium Magister Energi.


Pada bagian akhir warga RW 10, para warga mengucapkan terima kasih atas kegiatan sosialisasi dalam pengabdian masyarakat dari Tim Magister Energi karena mereka telah memperoleh tambahan ilmu yang bermanfaat, walaupun mereka tidak mendapatkan manfaat langsung berupa hibah peralatan energy surya, karena keterbatasan biaya yang tersedia. Namun mereka masih berharap semoga ada dari anggota tim pengabdian yang bisa memperoleh dana pengabdian yang cukup besar melalui skema seleksi untuk mewujudkan keinginan memperoleh peralatan energy surya untuk pengoperasian sumur pompa air warga RWv 10 Gedanganak Ungaran Timur Kabupaten Semarang. (Humas SPs – Daffa Amir Pambudi)