Undip, Semarang (10/04/2026) – Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro bersama Saxion University of Applied Sciences melalui kelompok riset Sustainable Areas and Soil Transitions (SAST) melaksanakan survei lapangan terhadap kanal-kanal bersejarah peninggalan kolonial Belanda di tiga kota pesisir Pulau Jawa, yakni Semarang, Surabaya, dan Jakarta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari riset internasional bertajuk Adaptive Transformation of Historical Canals and Quay Walls in Java, Indonesia yang diinisiasi oleh SAST. Riset tersebut berfokus pada transformasi kawasan berkelanjutan, perubahan iklim, serta pengelolaan lingkungan terbangun.
Penelitian ini dibimbing oleh dosen Sekolah Pascasarjana UNDIP, Chely Novia Bramiana, S.T., BBE, M.Sc., Ph.D., serta melibatkan kolaborasi mahasiswa lintas institusi. Dari UNDIP, tim terdiri atas Muhammad Helmi Candra (Magister Ilmu Lingkungan), Ghaitsa Aisy Nabillah, dan Firmansyah Adhitiya Busnamy. Sementara dari Saxion University diwakili oleh Bjorn Hettema sebagai peneliti utama. SAST berperan sebagai mitra sekaligus penggagas penelitian melalui supervisi akademik dan dukungan metodologis.

Dokumentasi tim peneliti SPS UNDIP dan Saxion University of Applied Sciences saat melakukan diskusi riset di Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro
Riset ini menyoroti sistem kanal dan tanggul kota lama yang dibangun sejak era VOC pada abad ke-17 hingga 18. Kanal-kanal tersebut dahulu berfungsi sebagai infrastruktur pertahanan, transportasi air, drainase, serta pendukung aktivitas perdagangan di kawasan pesisir.
Di Semarang, survei difokuskan pada kawasan Kota Lama yang memiliki jaringan kanal historis sebagai bagian dari sistem pengendalian air. Di Jakarta, penelitian dilakukan di kawasan Kota Tua yang merupakan bagian dari sistem kanal Batavia. Sementara itu, di Surabaya, kajian difokuskan pada kanal dan saluran air di kawasan utara kota yang berkembang sebagai pusat perdagangan kolonial.

Dokumentasi kegiatan survei lapangan riset kolaborasi SPS UNDIP dan Saxion University
Melalui observasi langsung, pemetaan spasial, serta analisis teknis dan fungsional, tim peneliti mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi kanal-kanal tersebut, seperti penurunan muka tanah, degradasi struktur, serta perubahan fungsi akibat perkembangan kota modern.
Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi transformasi adaptif yang mampu menjaga nilai historis sekaligus meningkatkan fungsi kanal sebagai infrastruktur perkotaan yang tangguh dan berkelanjutan. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari penguatan jejaring internasional UNDIP dalam pengelolaan sistem air perkotaan berbasis pengalaman global dan konteks lokal Indonesia. (Humas SPs UNDIP – Effata Naomi)