Dekorasi

Senin, 29 Juni 2015 Program Pascasarjana Universitas Diponegoro menyelenggarakan Seminar Manajemen Bencana dengan tema “ Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana “ bertempat di Gedung TTB A Lt. 6. Program Pascasarjana UNDIP.

Asdir IIModerator & Pembicara

Seminar ini dibuka oleh Ibu Dr. Tri Retnaningsih S. M.App.Sc selaku Asisten Direktur II Program Pasacasarjana UNDIP, Dalam Seminar ini Panita mengundang 4 P embicara :

1. Dr. Langgeng Wahyu Santosa, S.Si., M.Si : Departemen Geografi Lingkungan Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
2. Dr. Ir. Wisnu Wijaya, M.Si : BNBP
3. Dr. Ir. Suseno Darsono, M.Sc : LPPM UNDIP
4. Dr. Nur Endah Wahyuningsih : FKM UNDIP

Sesi I.  Dr. Langgeng Wahyu Santosa, S.Si., M.Si Memaparkan Penjelasannya mengenai Potensi Bencana Alam Pulau Jawa suatu pendekatan GEOMORFOLOGI. Faktor-faktor Penyebab Bencana : Gempabumi,Tsunami,Erupsi Volkanik,Badai & Banjir ,Longsor lahan & Bencana Sosial
The Present is the Key to the Past. “Proses masa lampau (genesis) tidak dapat diamati secara pasti, tetapi akibat proses masa lampau meninggalkan bekas yang memberikan sifat khas pada fenomena bentanglahan masa kini. Dengan mempelajari hasil proses yang nampak pada masa kini, maka dapat ditelusur atau direkonstruksi tentang fenomena / kejadian masa lampau”. Beliau ambil kutipan, Hutton (1785) dalam Holmes (1965): Fenomena yang ada pada masa kini merupakan hasil proses yang dapat dijadikan bukti kunci kejadian masa lampau. Identifikasi Potensi Bencana Alam Pulau Jawa dan sejarah INDONESIA tidak pernah lepas dari ancaman Bencana Alam karena posisi Geografis Indonesia dan juga diantara samudra pasifik dan samudra Hindia, beliau menyebutnya dengan Ring Of Fire .
Sesi II. Bapak. Ir. Bernardus Wisnu Widjaja, MSc , Deputi Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Beliau menerangkan Kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana d indonesia di antaranya :
 Perkembangan Penanggulangan Bencana di Indonesia
 Risiko Bencana
 Isu Strategis
 Kerangka Konsep Kesiapsiagaan
 Peran Perguruan Tinggi

Sesi III. Dr. Ir. Suseno Darsono, M.Sc. PUSAT STUDI BENCANA LPPM UNDIP.
Materi Beliau yaitu : EVALUASI PENGELOLAAN BANJIR DAN ROB KOTA SEMARANG.
Dimana tujuan tersebut Melakukan evaluasi seberapa besar penurunan dampak bencana akibat dari pengelolaan banjir dan rob di Kota Semarang. Pekerjaan ini diperlukan untuk mengetahui penurunan luas daerah genangan, dan tinggi genangan, mitigasi resiko, kinerja infrastruktur dan peran serta stakeholders terhadap pengelolaan rob dan banjir di Kota Semarang. Mengevaluasi penurunan daerah genangan, dan tinggi genangan dari kegiatan-kegiatan penanganan banjir dan rob yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang, Menganalisis resiko dari bencana banjir dan rob di wilayah Kota Semarang, Melakukan kajian terhadap peran serta stakeholders terhadap penanganan banjir dan rob di Kota Semarang, Mengevaluasi infrastruktur pengendali banjir dan rob.

Sesi IV.   Dr.Ir. Nur Endah Wahyuningsih
PENANGANAN TANGGAP DARURAT BENCANA BIDANG KESEHATAN
Pertama beliau memaparkan Secara umum Manajemen Penanggulangan Bencana meliputi:Tahap Pra-Bencana, Tahap tanggap-darurat & Tahap Pasca – Bencana.
Penanganan Tanggap Darurat Bencana bersifat Antroposentris : Menekankan pada penyelamatan jiwa manusia, Melakukan pertolongan-penyelamatan-evakuasi manusia, Menampung sementara di tempat pengungsian .Meskipun juga melakukan upaya: Penyelamatan hewan ternak, Menekan kerugian material, Menekan kerusakan infrastruktur fasos-fasum, Minimalisasi kerusakan lingkungan
Aspek Kesehatan Dalam Penangganan Tanggap Darurat
 Dimulai pada saat dilakukan fase “Pencarian dan Penyelamatan”
 Dilakukan oleh personil-personil terlatih (TRC-BNPB/BPBD, SAR, PMI, relawan terlatih lainnya dan TNI-POLRI)
 Dihindari terjadinya KPPP (Kecelakaan pada Pertolongan Pertama) pada saat melakukan PPPK (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan)
 Melakukan triage di lokasi kejadian
 Treatment terhadap korban label merah dan kuning
 Mengarahkan tindakan pada korban label hijau (bisa berjalan sendiri setelah mendapat pertolongan awal)
 Proses evakuasi korban (luka)
à – Perlakuan awal pada korban
– Mengangkat
– Memindahkan (dengan manusia, dragbar, ambulan, dll)
– Meletakkan/ drop off (di Puskesmas, RS, Tenda Posko Kesehatan)
 Penanganan kesehatan dapat dilakukan oleh Tenaga Medis (di RS Lapangan, RS, Puskesmas, Prinsip tersedia alat pendukung dasar)
Setelah waktu istirahat sejenak diikuti berbuka puasa bersama, seminar dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab dengan peserta. Diskusi berjalan sangat seru dan interaktif, dimana para panelis tak hanya menceritakan pengalaman mereka tetapi juga menjawab pertanyaan–pertanyaan seputar kesiapsiagaan penangganan tanggap darurat, pengelolaan banjir dan rob kota semarang. Seminar selesai di ikuti penyerahan sertifikat seminar kepada Moderator dan Pembicara oleh Direktur Program Pascasarjana UNDIP. Alhamdullilah semua berjalan lancar. Sukses Selalu Program Pascasarjana UNDIP. TERIMA KASIH