Sejarah

Program Pascsarjana Universitas Diponegoro   diselenggarakan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 67486/A2.1.2/C/1994 tertanggal 7 Nopember 1994.

Jauh sebelum terbitnya Surat Ijin Penyelenggaraan Program Pascarajana Universitas Diponegoro tersebut di atas, pada tahun 1974 Universitas Diponegoro telah menyelenggarakan pendidikan Doktor untuk bidang lmu Hukum dan Kedokteran. Dalam pelaksanaannya sampai dengan tahun 1990 program ini telah menghasilkan lebih dari 20 orang doktor. Pada tahun 1982 Universitas bekerjasama dengan Universitas Indonesia menyelenggarakan program magister dibidang Ilmu Hukum. Program ini pada tahun 1983 kemudian berdiri sendiri di Universitas Diponegoro sebagai Program Magister Ilmu Hukum. Berdasarkan berbagai pertimbangan antara lain: perkembangan jumlah mahasiswa, perkembangan fasilitas di universitas dan peningkatan kebutuhan masyarakat dalam jumlah sumber daya manusia yang berkualitas, maka pada tahun 1994 Universitas Diponegoro membentuk program pascasarjana yang bertanggung jawab langsung kepada Rektor. Program pascasarjana diberikan tugas untuk mengkoordinasi dan mengelola kegiatan pendidikan pascasarjana di universitas dan bertanggung jawab terhadap pengembangan mutu akademik

Sebagai salah satu institusi penyelenggara pendidikan di bawah Universitas Diponegoro,untuk menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan pasar, Program Pascaarjana berkembang dengan pesatnya , sampai dengan akhir Tahuan 2012 sudah berkembang menjadi 41 Program Studi yang meliputi 32 Program Studi Magister dan 9 Program Studi Doktor.

Dalam perjalanannya Program Pascaarjana Universitas Diponegoro mengalami dinamika perubahan yang sangat mendasar yaitu dengan terbitnya Surat Keputusan Rektor Universitas Diponegoro Rektor Universitas Diponegoro No. 609/SK/2011 tanggal 11 Nopember tahun 2011 tentang Pengelolaan Administrasi dan Akademik Program studi Pascasarjana yang bersifat monodisiplin, sesuai ketetapan diktum kedua menyebutkan “Memindahkan pengelolaan akademik dan sebagaian administrasi program studi yang bersifat monodisiplin yang semula di bawah Program Pascasarjana, menjadi dibawah pengelolaan Fakultas. Sejak tanggal 1 Januari 2013 Program Pascasarjana hanya mengelola 6 program studi yang meliputi 2 Program Studi Doktor dan 4 Program Magister. Mulai tahun 2015 Program Pascasarjana Universitas Diponegoro mengelola 5 program studi yang meliputi 1 Program Studi Doktor dan 4 Program Magister , Meliputi :

  1. Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan
  2. Program Studi Magister Epidemiologi
  3. Program Studi Magister Ilmu Lingkungan
  4. Program Studi Magiter Sistem Informasi
  5. Program Studi Magister Energi